261 Mahasiswa Pariwisata PNK Jalani PKL



Sebanyak 261 mahasiswa-mahasiswi
Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang (PNK) siap menjalankan praktek kerja lapangan (PKL) selama 6 bulan, terhitung sejak 2 September 2019 sampai 2 Maret 2020 mendatang.

Ketua Jurusan Pariwisata PNK Sari Bandaso Tandilino kepada VN, Rabu, (28/8) di ruang kerjanya mengatakan,
Para mahasiswa semester VII itu terbagi dalam dua Program Studi (Prodi), yakni prodi Perhotelan sebanyak 129 orang dan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) 132 orang. Sebelum menjalani PKL, mereka diberikan pembekalan dari jurusan.

"Prodi perhotelan itu ada 129 orang, yang PKL dalam provinsi NTT sebanyak 85 orang dan yang PKL di luar NTT sebanyak 44 orang. Sedangkan, Prodi UPW sebanyak 132 orang. PKL dalam NTT 124 orang dan di luar NTT sebanyak 7 orang." Jelas Tandilino.

Lanjut Tandilino, PKL  merupakan salah satu syarat menjadi seorang sarjana sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh  selama di bangku perkuliahan ke dalam dunia kerja.

PKL tahun ini, kata Tandilino,  lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.Untuk itu, mahasiswa diminta untuk benar-benar menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh dalam proses perkuliahan.

"Sebelumnya, mahasiwa yang mengikuti PKL hanya tiga bulan. Namun tahun ini ditingkatkan menjadi enam bulan. Kita berharap mahasiswa mampu menerapkan semua ilmu yang diperoleh selama ini di bangku perkuliahan." Tandas pria asal Sulawesi Selatan itu.

Selama menjalani masa PKL, Tegas Tandilino, mahasiswa harus menjaga nama baik jurusan dan lembaga. Kerja sesuai standar operation prosedural (SOP) di instansi atau perusahaan dimana ia praktek. Ketika menemui kendala di lapangan, harus segera melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing lapangan atau dosen pembimbing akademik.

“Mahasiswa harus menjalani masa PKL sesuai SOP perusahaan maupun instansi dimana ia PKL. Karena mereka jalan membawa nama lembaga, bukan nama perorangan. Sehingga nantinya ada kepuasaan antara mahasiswa maupun instansi yang bersangkutan. Ada masalah harus lapor ke pembimbing lapangan atau dosen PA biar segera dicarikan solusinya,” kata Sari.

Setelah menjalani masa PKL selama enam bulan, lanjut Tandilino, mahasiswa harus langsung menyusun dan membawa laporan PKL sambil melakukan penyusunan skripsi. Di saat PKL, mahasiswa harus benar-benar mendalami materi dengan praktek, sehingga ketika terjun ke dunia kerja, kemampuan mahasiswa tidak diragukan lagi.

Tandilino menambahkan, Ada puluhan mahasiswa yang PKL di berbagai instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Bali, Papua, Kalimantan dan Kementrian Pariwisata di Jakarta. Sementara, sisanya berada di Kota Kupang maupun Kabupaten se-NTT.

“Ada puluhan mahasiswa kita yang PKL di hotel bintang lima di Bali, Papua, Kalimantan, Batam, dan  kementrian Pariwisata di Jakarta. Sisanya terbagi di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta yang ada di NTT,” Ungkapnya.

Tandilino  berharap, dengan adanya PKL selama enam bulan, mahasiswa benar-benar mendalami ilmu yang yang selama ini didapat saat perkuliahan. Baik secara teori maupun praktek. Agar mahasiswa siap pakai setelah lulus dari perguruan tinggi.

Glori Thon, Salah satu mahasiswi PKL kepada VN mengaku siap melaksanakan PKL selama enam bulan di hotel Do G'sign Style Bali. Ia optimis akan berhasil melaksanakan tugasnya karena selama ini sudah dibekali banyak ilmu dan pengetahuan dari para dosen.

“Saya optimis, karena saya sudah kuliah selama tujuh semester dan sudah banyak ilmu maupun pengalaman saat praktek. Makanya saya tidak ragu untuk memilih tempat PKL di luar NTT." pungkas mahasiswi berparas cantik itu.

Glory yang dihubungi via whats app mengaku sudah tiba di Bali sejak kemarin. Hari ini ia berhadapan dengan general manager (GM) hotel Do G'sign Style untuk segera menjalani PKL pada awal bulan September. (Mg-10).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Destinasi Budaya Kampung Tutubhada Nagekeo